Kamis, 05 Oktober 2017

Apa Bedanya Snorkeling, Scuba Diving dan Free Diving?

Keindahan laut di Indonesia memang tak pernah mengecewakan. Tak heran jika banyak wisatawan yang senang menghabiskan waktunya untuk snorkeling, free diving ataupun scuba diving.

Sebelum kamu memutuskan ingin mengeksplorasi keindahan laut Indonesia dengan cara apa. Ada baiknya kamu mengenal perbedaan snorkeling, free diving ataupun scuba diving. Berikut perbedaannya yang dilansir dari Reservasi.com:

Source : aussiediversphuket.com

Snorkeling merupakan aktivitas “berenang” di permukaan air dan melihat apa yang ada di bawah permukaan air. 

Alat yang digunakan biasanya hanya berupa masker, snorkel, dan fin. Kegiatan bahari ini terbilang mudah jika dibandingkan free diving ataupun scuba diving, karena tidak memerlukan pendidikan khusus untuk menguasainya.

Kamu yang tidak bisa berenang pun bisa melakukan snorkeling dengan bantuan pelampung.
Free Diving merupakan kegiatan menyelam dengan menahan nafas selama beberapa waktu di bawah permukaan air. 

Free Diving sangat mengandalkan udara yang terdapat di paru-paru jadi  kamu harus punya  kemampuan menahan nafas yang baik dan benar.

Lalu apa bedanya Free Diving dan Scuba Diving. Scuba sendiri merupakan kependekan dari Self Contained Underwater Breathing Apparatus yang berarti menyelam dengan peralatan oksigen. 

Diving tidak selamanya dikaitkan dengan scuba diving. Scuba diving adalah singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Apparatus, yang kurang lebih artinya adalah alat-alat tambahan untuk membantu kamu bernapas dan beraktivitas di bawah laut. 

Alat – alat tambahan ini berupa regulator tahap satu, regulator tahap dua, tabung udara, octopus, BCD, dan lain-lain. Berikut peralatan untuk scuba diving:

  • Tabung Oksigen: Untuk menyimpan udara
  • Regulator: Selang untuk menyalurkan dari tabung ke mulut
  • Octopus: Sambungan selang regulator dan mulut
  • Deep gauges: Alat pengukur kedalaman
  • Presure gauges: Alat untuk mengukur tekanan / kapasitas udara dalam tabung
  • BCD: Alat berbentuk rompi yang berguna untuk menempelkan tabung ke badan
  • Weight belt: Sabuk untuk menambah berat kita supaya dapat tenggelam
  • Wetsuit: Baju selam yang menutupi rapat tubuh kita
  • Masker: Untuk melihat dalam air
  • Fin: Alat bantu yang sering disebut kaki katak
*Semua alat-alat di atas memiliki ukurannya masing-masing. Pastikan kamu mendapatkan ukuran yang sesuai ya.

Berbeda dengan snorkeling dan free diving yang bisa dilakukan oleh sembarang orang, namun diving tidak demikian.

Bagi kamu yang ingin menyelami kehidupan bawah air dengan cara maksimal, layaknya diving, kamu  perlu lisensi. Diving License menjadi identitas sekaligus bukti kemampuan kamu dalam menyelam. Lisensi jadi jadi kartu yang menunjukkan basis standar menyelam. Diving License juga menunjukkan kemampuan kamu dalam "memerintah" diri sendiri saat menyelam. 

Seberapa pentingkah lisensi ini? Diving License ini terbilang sangat penting karena  menentukan kemampuan tiap diver saat berada di dalam air, juga kemampuan menjaga diri untuk keamanan dirinya sendiri.

Diving License ini dikeluarkan oleh banyak institusi, di antaranya Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang berafiliasi dengan Confederation Mondiale des Activites Subawuatiques (CMAS) Italia, Technical Diving International & Scuba Diving International (TDI-SDI), dan National Association of Underwater Indstructors (NAUI). Namun, yang menjadi standar di dunia sekaligus yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Association Diving Instructor (PADI).

Jadi sudah tahu bukan ingin menyelami keindahan alam bawah laut Indonesia dengan cara apa? Kemanapun destinasi kamu, pastikan kamu reservasi Batik Air, Sriwijaya, Lion Air, Garuda Indonesia, serta maskapai penerbangan lainnya di online travel agent yang terpercaya ya!

0 komentar:

Posting Komentar