Minggu, 15 Oktober 2017

8 Tips Menghindari Masalah Ketika Bangun Rumah


Beberapa orang lebih memilih untuk membeli rumah siap huni. Alasannya tidak lain ialah karena proses pembangunan rumah yang rumit. Selama proses pembangunan, akan ada masalah-masalah yang muncul. Bahkan, tidak jarang masalah-masalah tersebut menyebabkan konflik antara pemilik rumah dan kontraktor. Padahal, pembangunan rumah tidaklah selalu menyusahkan. Untuk menghindari masalah ketika bangun rumah, simaklah 8 tips berikut ini.

1. Memilih Kontraktor Secara Berhati-Hati

Sebelum menyewa kontraktor, lihatlah pengalaman mereka dan bertanyalah pada beberapa klien terdahulunya. Misalnya seperti kinerja kontraktor, ketepatan waktu bekerja, serta kemampuan menyesuaikan budget kliennya. Tanyakan juga apakah klien tersebut puas dengan kinerja kontraktor yang mereka sewa. Cari tahu juga bagaimana hubungan kontraktor dengan subkontraktor dan supplier bahan bangunan. Apakah kontraktor membayarkan tagihan-tagihan mereka? Kontraktor yang mengesampingkan tagihan mereka dapat menunda kiriman bahan material. Artinya, kontraktor tersebut juga dapat memperlama proses pembangunan rumah.

2. Menyewa Jasa Pengacara

Sebelum menandatangani perjanjian kontrak dengan kontraktor, berkonsultasilah terlebih dahulu pada pengacara. Pengacara dapat meninjau perjanjian kontrak kita. Apabila ada sesuatu yang ganjal, mereka dapat menyadarinya. Otomatis, kitapun akan terhindar dari perjanjian yang merugikan. Pembangunan rumah merupakan investasi yang besar. Oleh karena itu, kita harus memastikan investasi tersebut berjalan dengan lancar. Membayar jasa pengacara memang akan membutuhkan biaya tambahan. Namun, biaya tersebut dapat mencegah pengeluaran akibat masalah pada proses konstruksi. 

3. Mencari Tahu Informasi Mengenai Tanah Yang Hendak Dibeli Secara Detail

Selain kontraktor, kita juga harus selektif ketika memilih tanah. Lakukanlah survei mengenai lingkungan di sekitar tanah yang hendak kita beli. Misalnya seperti letak yang sekolah di sekitar area tersebut serta tingkat kriminalitasnya. Lihatlah juga bangunan lain seperti pusat perbelanjaan, restoran. Apakah lingkungan ini cukup nyaman untuk ditinggali?

4. Tangan Membangun Terlalu Berlebihan

Sebelum membuat perencanaan rumah, lihatlah dahulu rumah-rumah di sekitar lingkungan kita. Jangan sampai rumah kita menjadi yang paling menonjol di antara yang lain. Bila sudah terlanjur dibangun, tentu kita tidak bisa mendapatkan uang kita lagi.

5. Tidak Memilih Kontraktor Berdasarkan Penawarannya Saja

Ketika memilih kontraktor, jangan hanya mempertimbangkan penawarannya saja. Kontraktor yang memberikan penawaran tertinggi tidak menjamin hasil kerjanya akan berkualitas. Sementara kontraktor dengan penawaran terendah mungkin saja malah membuat kita mengeluarkan biaya tambahan. Pada awalnya kita memang dikenakan biaya yang kecil. Namun pada akhir proses pengerjaan, kita malah harus membayar banyak biaya.

6. Menyewa Kontraktor yang Terdekat Dari Tempat Pembangunan

Kontraktor yang berkualitas biasanya akan terkenal dari mulut ke mulut. Jadi, cobalah untuk meminta referensi dari orang-orang di sekitar lingkungan rumah baru kita. Kontraktor seperti ini biasanya memiliki banyak kenalan subkontraktor dan supplier bahan bangunan. Jadi, kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk uang transportasi. Waktu pembangunan juga akan berjalan lebih cepat karena bahan material mudah diakses.

7. Memperhitungkan Jangka Panjang

Ketika merencanakan struktur rumah, jangan hanya memperhitungkan gaya hidup kita yang sekarang. Sebaliknya, rencanakan juga seperti apa kehidupan kita ke depannya. Bila nantinya akan ada yang lanjut usia, siapkan satu kamar tidur di lantai pertama. Dengan begitu, kita tidak akan menyesali dan menyalahan kontraktor yang membangun rumah kita.

8. Tidak Mementingkan yang Terbaru

Memiliki rumah baru membuat kita tergiur untuk mengisinya dengan furniture paling baru. Padahal, furniture yang desainnya paling baru harganya cenderung mahal. Selain itu, desain terbaru lama-kelamaan juga akan tergantikan dengan desain lainnya. Jadi, lebih baik kita membeli furniture yang sudah diproduksi beredar di pasaran sejak satu atau dua tahu lalu. Furniture ini lebih murah namun desainnya juga tidak ketinggalan zaman.

0 komentar:

Posting Komentar